Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2016

Bondowoso, The Highland Paradise


Indahnya Pariwisata Bondowoso - Bondowoso merupakan salah satu kabupaten yang ada di wilayah provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini diapit oleh 3 kabupaten lain yaitu Banyuwangi, Jember, dan Situbondo. Kabupaten dengan luas wilayah sekitar 1.560,10 km2 ini dikelilingi oleh hamparan pegunungan sehingga suhu udaranya sangat sejuk. Bondowoso tidak memiliki lautan sehingga kabupaten ini kurang berkembang dibandingkan Kabupaten sekitarnya. Namun di balik kekurangan yang dimiliki, Bondowoso mempunyai sejuta kelebihan yang akan membuat mata terpesona. Salah satunya adalah banyaknya destinasi pariwisata alam di Bondowoso yang sangat indah dan layak untuk dikunjungi, diantaranya adalah Kawah Ijen, Kawah Wurung, Tancak Kembar, Mini Niagara, Bukit Ilalang, Betoh Soon, dll. Selain itu, Bondowoso juga dikenal dengan sebutan Kota Tape karena merupakan daerah dengan oleh-oleh khas berupa tape yang rasanya berbeda dengan tape-tape di daerah lain. Berikut ini adalah beberapa uraian tentang destinasi wisata di Kabupaten Bondowoso.

Pertama, Kawah Wurung
Destinasi ini terkenal sejak Farah Quin mengupload video di instagramnya dengan background indahnya pemandangan di Kawah Wurung Bondowoso. Kawah Wurung terletak di Desa Jampit, Kecamatan Sempol Bondowoso, masih satu wilayah dengan Kawah Ijen. Kawah Wurung bukanlah kawah yang berapi-api seperti kawah-kawah pada umumnya.  Jika melihat Kawah Wurung pastinya kita langsung teringat tayangan Teletubbies di waktu kita kecil. Hamparan perbukitan yang hijau meliuk-liuk sangat mirip dengan pemandangan alam Teletubbies.
Kawah Wurung
Kedua, Betoh Soon
Betoh Soon atau Batu Junjung terletak di Desa Solor, Kecamatan Cerme Bondowoso yang merupakan perbatasan antara Bondowoso dan Situbondo. Batuan mirip dengan Stonehenge di Inggris sehingga dikenal juga dengan sebutan Stonehenge versi Indonesia. Batuan ini merupakan batuan purba yang besar, tinggi, kokoh dan tersusun begitu rapi dan indah sehingga membuat yang melihatnya serasa kembali lagi ke zaman purbakala.
Betoh Soon, Bondowoso
Betoh Soon (Batu Junjung) Bondowoso
Ketiga, Kawah Ijen
Semua orang tentunya sudah tahu bahwa Kawah Ijen merupakan salah satu ikon dari KabupatenbBondowoso. Kawah Ijen terletak di Gunung Ijen yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dengan Banyuwangi. Untuk menuju ke Kawah Ijen kita bisa memilih untuk melalui Banyuwangi atau Bondowoso. Jika berangkat dari Bondowoso, maka yang dilalui adalah Bondowoso - Wonosari - Tapen - Sempol - Paltuding. Sedangkan jika melewati Banyuwangi makan Jalur yang dilalui adalah Banyuwangi - Licin - Paltuding. Setelah sampai di Paltuding, maka pengunjung harus berjalan kaki naik menuju puncak Ijen sejauh 3 km. Lintasan awal berupa jalan menanjak berpasir sejauh 1,5 km dengan kemiringan 25 - 35 derajat. Setelah itu, ada sebuah pos yang disebut dengan Pos Bunder karena bentunya berupa lingkaran. Setelah melalui pos ini, jalan yang ditempuh agak landai tidak seperti awal menanjak. Setelah sampai di pucak, lelahnya perjalanan akan segera hilang dengan adanya pemandangan kawah dan awan serta lekuk pegunungan yang begitu indah. Di sepertiga malam terakhir, Kawah Ijen semakin cantik dengan adanya Blue Fire yang tersembur dari kawah.
Kawah Ijen Bondowoso
Kawah Ijen
Blue Fire Kawah Ijen
Keempat, Tancak Kembar
Dalam Bahasa Madura, tancak artinya adalah air terjun. Tancak Kembar berarti air terjun yang kembar. Disebut Tancak Kembar dikarenakan terdapat dua air terjun yang berdampingan dengan ukuran yang hampir sama. Tancak Kembar terletak di Desa Andongsari, Kecamatan Pakem, Bondowoso. Untuk sampai ke Tancak Kembar kita harus berjalan kaki karena berada di atas gunung. Kendaraan yang dibawa bisa dititipak ke warga sekitar yang berada di bawah.
Tancak Kembar
Rute menuju Tancak Kembar
Kelima, Air Terjun Gentongan
Air Terjun ini disebut juga dengan Mini Niagara Bondowoso karena bentuknya yang mirip air terjun Niagara di Amerika. Air terjun ini terletak di Desa Watu Capil, Kecamatan Sempol, Bondowoso. Untuk sampai di air terjun ini kita perlu berjalan kaki sekitar 500 meter dari rumah warga. Sebaiknya memakai masker atau penutup hidung karena jalanannya berdebu dan sedikit curam.
Air Terjun Gentongan

Demikian tadi beberapa destinasi wisata yang ada di kabupaten Bondowoso. Masih banyak tempat-tempat wisata lainnya yang tidak kalah indah dengan yang sudah disebutkan di atas. Untuk lebih lengkapnya, tonton video berikut ini ya :)


*Note: Gambar dan video diambil dari berbagai sumber. Salah satunya adalah dari akun Fb Disparporahub Bondowoso


Rabu, 30 Maret 2016

Candi Jabung Probolinggo


Candi Jabung Probolinggo - Tidak banyak orang yang mengenal candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur ini. Saya pun baru mengetahui jika terdapat candi yang bernama Candi Jabung saat perjalanan melewati pantura dari arah Situbondo menuju Surabaya dan tidak sengaja melihat panah arah bertuliskan "Candi Jabung". Saat itu tahun 2010, saya bersama Mas Arie Sujadnorwanto pun akhirnya mampir masuk untuk melihatnya. Candi ini berjarak hanya sekitar 5 km ke arah Situbondo dari Kecamatan Kraksaan atau 500 meter sebelah tenggara kolam renang Jabung Tirta yang berada di pinggir jalur pantura Surabaya – Banyuwangi.

Mz Arie sedang berpose di depan bangunan utama Candi Jabung
Detail Bangunan Candi Jabung - Berdasarkan deskripsi pada gawang pintu masuk, Candi Jabung didirikan pada tahun 1276 saka (1354 Masehi) pada masa awal pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Candi Jabung dipugar secara fisik pada tahun 1983-1987, penataan lingkungan luasnya bertambah 20,042 meter persegi dan terletak pada ketinggian 8 meter di atas permukaan air laut. Candi Jabung terbuat dari batu bata dan berdiri di atas  tanah berukuran 35 meter x 40 meter. Terdapat tiga bangunan di lahan tersebut, yaitu candi utama (Candi Jabung), candi kecil, dan menara. Candi Jabung mempunyai ukuran panjang 13,13 meter, lebar 9,60 meter dan tinggi 16,20 meter. Candi ini menghadap ke arah Barat, pada sisi barat menjorok ke depan, merupakan bekas susunan tangga naik memasuki Candi.  Candi kecil terletak di sebelah barat daya candi utama, ukurannya lebih kecil dari Candi utama. Menara sudut terletak di penjuru pagar, fungsinya sebagai pelengkap bangunan utama Candi Jabung.

Arsitektur Candi Jabung terdiri atas bagian batur, kaki, tubuh dan atap. Deskripsi mengenai bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut:
Batur
Batur Candi Jabung berukuran panjang 13,11 meter, lebar 9,58 meter. Di atas batur terdapat selasar keliling yang sempit dan terdapat beberapa  relief yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.
Kaki Candi
Kaki candi Jabung berbentuk segi empat, bagian barat atau depan terdapat bagian yang menjorok keluar penyangga tangga naik.Terdapat sebuah bilik tanpa pintu sehingga bilik tersebut tidak dapat dimasuki. Di dalam bilik tersebut terdapat lapik arca. Bilik berbentuk segiempat dengan ukuran 1,30m x 1,30m meter.
Tubuh Candi
Bagian tubuh candi terdapat relief manusia, rumah dan pohon-pohonan, pada sudut tenggara terdapat relief yang menggambarkan wanita naik di punggung seekor ikan, relief ini dalam agama Hindu mengisahkan cerita pelepasan jiwa Sri Tanjung. Kisah ini melambangkan kesetian seorang perempuan pada suaminya. Relief Sri Tanjung juga terdapat di Candi Penataran Blitar, Candi Surawana Kediri dan Gapura Bajangratu di Trowulan, Mojokerto. Pada bagian tengah tubuh candi melalui pintu tersebut terdapat bilik candi yang berukuran 2,60 x 2,58 meter dan tinggi 5,52 meter dan pada bagian atasnya terdapat batu penutup cungkup yang berukir. Setelah bagian dasar tubuh candi yang berbentuk persegi, diteruskan dengan tubuh candi berbentuk tabung (silinder) dihias relief dan ukiran yang indah dan halus pahatannya. Di atas gawang pintu dan relung di semua penjuru terpahat bentuk Kala. Di bagian bawah ambang pintu bentuknya segi empat menonjol keluar yang tengahnya dipahatkan kepala naga. Pada atas bingkai pintu ada balok batu kali terdapat pahatan roset ditengahnya bertuliskan angka tahun saka 1276 saka atau 1354 masehi merupakan bukti masa pembangunan candi Jabung.
Atap Candi
Sebagian besar bagian atap candi sudah hilang. Dari sisa-sisanya kemungkinan besar puncaknya berbentuk stupa dan atapnya berhias motif sulur-suluran.

Nah demikian tadi informasi yang saya dapatkan mengenai Candi Jabung. Jangan lupa mampir ya sobat semua, agar kita mengenal warisan sejarah di negeri kita. Candi yang dekat dulu didatangi, baru candi yang jauh yang didatangi. Jangan lupa mampir juga di pesona wisata Kabpaten Jember, kebetulan saya adalah warga Jember. Di Jember ada Indahnya Pantai Payangan dan Indahnya Bukit di Atas Awan Jember. 
Terimakasih dan semoga bermanfaat…